Ekspresi Dhuha_Krim13_Pekat Lekat Kopi Aceh (edit Ilyas)

Published on May 7th, 2015 | by Dhuha Ramadhani

0

Pekat Lekat Kopi Aceh

“Ini tentang kondisi negeri yang makin unik dan asik buat ditelisik”

-Dhuha Ramadhani

 

Ayu rupamu semakin ke atas semakin hijau

Mataku menyipit mulutku menyeruput

Orang-orang tua masih hidup

Semakin berkurang sebanding statistikmu

 

Kopi Toraja tiga ribu sekilo

Kentang Dairi tidak sampai seribu

Yang luhur dianggap uzur!

Pembaharuan, pembaharuan! seru Tuan-tuan

 

Butuhnya mineral, sayang

Wong kita mau bikin mesin

Besi-besi itu tidak makan padi

Biar awet, dikasih minyak

 

Jerami tak bisa tahan sengat mentari

Bilik-bilik tak bisa menahan debu dan asap

Harus genting, harus semen!

 

ISPA sekarang populer

Sudah sudah! tinggalkan si Ayu

Wong ada masker

Pembaharuan, pembaharuan! seru Tuan-tuan

 

Usianya dua tahun empat bulan

Kaki pahanya membesar tanpa pembakaran

Otot-otot tangannya tertutup kemewahan

Lumpur itu kotor Nak, cuci tangan biar bersih

 

Oh lihat Nak, buatan Tiongkok!

Pepatah bilang “Kejarlah ilmu sampai ke negeri Tiongkok”

Sekarang Tiongkok yang ke sini

Mereka murah hati

 

Oh lihat Nak, ini beras Vietnam!

Dulu mereka sama seperti kita, perang!

 

Nak, sebentar lagi pasar terbuka

Ambil bukunya, pelajari

Tinggal saja teman-teman yang tidak tahu apa-apa bermain dengan kodok-kodok dan ikan di persawahan

Lima tahun lagi, di sini jadi pabrik

 

Ampas kopi Aceh terseruput ke mulut

Nenek bilang kumpulkan

Mana mau aku, pewangi ya beli di happy wheels demo supermarket

Masa pakai ampas kopi, uzur!

 

Jahe impor itu raksasa

Jahe lokal sebesar upil

Bedanya, satu upil bikin geger satu ruangan

Beberapa raksasa, ya jadi tontonan

Lah ini apa? Chiki isinya angin doang

 

Nah ini pembaharuan! seru Tuan

Ampas itu tak perlu lah, asal hitam atau coklat, taburi bubuk putih, sajikan di ruang remang, Jadilah seratus ribu

Hijau itu tak perlu lah, bagus juga metalik atau keemasan

 

Nah ini pembaharuan! seru Tuan

Ada oksigen dalam kaleng, hebat bukan?

Biarkan yang tua-tua mati, kalau bisa dipercepat!

Yang luhur biar dikubur, Nak

Generasimu ini yang siap dan bisa dikondisikan

 

Ikut-ikut saja Nak

Kalau banyak tanya, tidak ditemani

Kalah saing dan diasingkan

Sebelum dieksploitasi,

Tanam dalam-dalam di hati, Nak

Budayakan budi pekerti, luhurkan dan cintai alam

Sirami dengan kasih tanpa luput memberi

Nanti ketika sudah siap, bangkitlah, Nak

Jadilah putik dengan kekuatanmu memproduksi kebaikan-kebaikan, Nak

Jadilah serbuk sari dan sebarkan keadilan

Terbanglah bersama angin ke seluruh penjuru dunia!

Tags: , , , 1


About the Author

Dhuha Ramadhani

anak Kriminologi UI 2013. Suka jalan-jalan yang alam-alaman gitu, jadi ga pernah ke Dufan dari kecil. Suka hal-hal yang ada kaitannya sama lingkungan, kejahatan dan peran negara. Hobinya berkegiatan yang keringetan: makan pedes, lari dari parkiran ke kelas dll.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑