Opini Kojima

Published on September 7th, 2017 | by Giorgio R

0

Kojima, Konami, Kapitalisme

Oleh: Giorgio R

Hideo Kojima adalah seorang developer game terkenal, bahkan mungkin yang paling terkenal dalam genrenya (action/espionage). Ia seringkali dianggap sebagai salah satu developer yang paling innovatif dalam industry gaming. Hal ini bisa dilihat dalam Karyanya, contohnya dia sebagai penemu genre action/espionage tersebut dalam serialnya yang paling terkenal, Metal Gear Solid. Dalam Metal gear solid, Kojima menelusuri topik-topik yang sangat besar dan bisa dikatakan jarang sekali diliput. Hal itu termasuk Espionase di perang dingin, Teknologi perang yang mencakup nuklir dan mesin nano, Tentara kontrak privat, Tentara anak-anak, dan konflik-konflik yang jarang sekali diliput seperti pemberontakan Sandinista di Nicaragua, konflik Costa rica, konflik pembebasan Afrika selatan, perang Mujahidin di Afghanistan, dan lain-lain.  Salah satu ide menarik yang ia sajikan di seri game Metal Gear Solid adalah bagaimana seorang tentara dapat ter-alienasi oleh negaranya sendiri, dan bagaimana seorang tentara dunia dapat hidup sejahtera dibawah suatu negara sendiri yang di explore melalui konsep Outer heaven dan Zanzibar land.

Selain visinya yang besar dan mendunia, ia juga dikenal dengan hubungannya dengan koporasi yang menyokong game nya, Konami jelaslah sudah slack sejak 2 atau 3 tahun sebelum 2015. Hal ini membuat kontroversi sangat besar dalam dunia gaming, dan telah menjadi skandal yang sangat besar pada tahun 2015 kemarin. Indikasi bahwa Kojima sudah mempunyai masalah dengan Konami tentang etis kerja masing-masing tersebut sudah terindikasi sejak akhir 2014, saat Kojima tidak diberikan izin untuk membuat sequel dari game Silent hills oleh Konami.

MGS

Pada tahun 2015 lalu, Hideo Kojima dipecat oleh pihak Konami atas alasan tidak memenuhi deadline, dan membuang terlalu banyak uang untuk game nya, Metal Gear Solid V: Phantom pain[1]. Hal ini menimbulkan kontroversi sangat besar, karena hal ini juga disertakan penghapusan nama A Hideo Kojima game dari semua game yang dibuat olehnya. Secara efektif, hal ini membuat Kojima hilang dari semua hak ciptanya sebagai seseorang yang telah menciptakan karya magnum opusnya. Hal ini menggambarkan hangusnya hak milik dibawah Kapitalisme dan Alienasi total. Alhasil, Metal Gear Solid V: Phantom pain seringkali dilihat oleh para fans sebagai game yang tidak selesai dan masih sangat kasar[2]. Hal ini dilihat dari banyak game mechanic yang tidak berakhir dengan sempurna, seperti pembuatan metal gear yang ada didalam mother base, cerita yang tidak selesai dengan jelas saat tokoh Trietchiy Ribyonok dan Eli terbang dengan Sahelantropus, dan lain-lain. Alasan Konami untuk memecat Hideo Kojima tentu tidak se-simple Kojima sebagai pekerja yang inkompeten, sudah jelas Kojima sering sekali mendapat penghargaan atas karyanya yang sangat legendaris, dari Metal gear solid pertama, kedua, maupun ketiga, dan bahkan Metal gear solid V: Phantom pain. Kojima hampir mendapatkan penghargaan Game awards atas game nya tersebut, walaupun game nya jelas tidak selesai semaksimal mungkin, namun Konami melarang Kojima untuk hadir dan mengambil penghargaan tersebut[3].

Eksploitasi yang dialami Hideo Kojima hanyalah satu kasus didalam industri kejam yaitu industri gaming. Disini kita melihat salah satu otak terbaik didunia dalam membuat game dapat seketika teralienasi dari karyanya sendiri. Darimana kita bisa bilang seseorang berhak atas apa yang dia kerjakan jika kita memaklumi hal yang dialami olehnya?. Untungnya, Kojima sebagai seniman yang sangat pintar dalam menyampaikan pesannya cukup cerdik dalam menghindari kebijakan Konami yang jelas merepresi suaranya di ruang publik. Maupun Kojima tadinya tidak dapat bersuara secara bebas tentang hidup dia di Konami, dia memasukkan Easter egg di dalam game Metal Gear Solid V: Phantom pain dan Metal Gear Sold V: Ground Zeroes berupa isi dendamnya kepada Konami yang telah menterlantarkannya seperti demikian, dan memasukan 1 level dalam game yang memperlihatkan seberapa kecewanya dia kepada Konami[4].

 

 

 

[1] http://www.gamezone.com/news/why-konami-fired-hideo-kojima-according-to-mgs-v-s-composer-3422325

[2] http://segmentnext.com/2016/09/07/how-unfinished-is-metal-gear-solid-v-the-complete-story/

[3] https://www.polygon.com/2015/12/3/9847206/konami-prevented-kojima-attending-game-awards-2015

[4] http://www.eurogamer.net/articles/2015-07-20-mgs5-ground-zeroes-easter-egg-suggests-kojima-predicted-his-fallout-with-konami


About the Author

Giorgio R

Giorgio. Mahasiswa Fakultas Hukum UI 2016. Seorang Jihadis #yangkatanya ex-alqaeda, sekarang bersama daulah islamiyah.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑