Opini sumpah_pemuda_2011_ed_by_deathlyfrost-d4e6kxi

Published on October 28th, 2014 | by Redaksi Sociozine

0

Memaknai Hari Sumpah Pemuda

“Kami Putra Dan Putri Indonesia Mengaku Bertumpah Darah Yang Satu ,

 Tanah Indonesia ;

Kami Putra Dan Putri Indonesia Mengaku Berbangsa Yang Satu , Bangsa Indonesia ;

Kami Putra Dan Putri Indonesia Menjunjung Bahasa Persatuan , Bahasa Indonesia”

 


Begitu besar makna dari ketiga kalimat tersebut sehingga menjadi penggerak terjadinya kemerdekaan bangsa yang telah diidam – idamkan sejak lama. Semoga bukan kemerdekaan semu yang terjadi di Negara ini. Kita sebagai generasi penerus harus dapat mengenang dan menghargai pejuangan dari pemuda yang tergabung dalam organisasi – organisasi pemuda seperti Perhimpunan Pelajar Pelajar Indonesia (PPPI), Jong Java, Jong Sumateranen Bond, Jong Bataks Bond, Jong Islamieten Bond (JIB), Pemoeda Indonesia, Jong Celebes, Jong Ambon, Pemoeda Kaoem Betawi, Indonesische Studieclub, dan lain-lain.

Setiap tanggal 28 di bulan Oktober, kita memperingati hari ‘SUMPAH PEMUDA’. Memaknai hari sumpah pemuda ini pada dasarnya adalah bagaimana kita menghargai serta mengenang perjuangan  para pemuda terdahulu bangsa ini.  Pada hakikatnya peringatan sumpah pemuda tidak berbeda jauh jika kita lihat di kota – kota maupun di perdesaan yakni dengan upacara bendera.  Padahal memperingati hari sumpah pemuda menurut saya tidak sesederhana itu. Karena makna sumpah pemuda adalah sakral terhadap jiwa dan ideologi pemuda – pemudi Indonesia. Karena pemuda – pemudi itu merupakan elemen terpenting dari sebuah bangsa. Bagaimana kemajuan sebuah bangsa dapat dilihat baik atau buruknya tergantung dari kualitas moral dan mental dari sebuah unsur yang bernama pemuda.

Selalu kita dengar kata pembangkit semangat yang dari seorang  proklamator kemerdekaan bangsa ini bapak Soekarno “Beri aku 1.000 orang tua, niscaya akan kucabut semeru dari akarnya … Beri aku 10 pemuda niscaya akan kuguncangkan dunia”  Soekarno saja pada masa itu menaruh harapan besar terhadap pemuda – pemudi bangsa Indonesia , karena beliau telah menyadari pentingnya pemuda – pemudi bagi tanah tumpah darah ini. Beliau bisa dengan lantangnya berkata bahwa dengan 10 pemuda ia dapat guncangkan dunia. Bayangkan apabila lebih dari pada itu dunia ini tidak hanya guncang, bahkan mungkin bisa runtuh. Pemuda – pemudi ialah tombak bangsa ini, pemuda – pemudi ialah cermin dari bangsa ini, pemuda – pemudi adalah generasi penerus bangsa ini. Jika pemuda – pemudi bangsa ini tidak mempunyai moral dan mental yang baik, pasti akan berimbas kepada lambatnya kemajuan bangsa Indonesia di kedepannya. Dikarenakan seringnya kita melihat betapa banyaknya pemuda – pemudi yang bermental preman di daerahnya masing – masing, bersikap selayaknya raja tetapi masih saja kalah bersaing dari segala aspek jika berkompetisi dengan yang lain. Sikap yang seperti inilah yang sangat disayangkan pada era yang serba maju seperti sekarang ini. Sebenarnya banyak cara bagi pemuda – pemudi dalam meningkatkan moralitas bangsa. Cara – cara tersebut bisa dengan menghasilkan prestasi – prestasi yang membanggakan, baik itu dengan tenaga maupun pikiran kita. Jadi, semangat Hari Sumpah Pemuda tahun ini kita jadikan sebagai tolak ukur pribadi dan kualitas diri agar dapat menjadi anak bangsa yang baik di hadapan dunia.

 

Penulis : Raja Rezky , Sosiologi FISP UMRAH (Universitas Maritim Raja Ali Haji)

Tags: , ,


About the Author

Redaksi Sociozine



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑