Opini Sumber : www.aceshowbiz.com

Published on March 27th, 2012 | by Timoti Tirta

0

Rambut Gondrong dalam Kata

Suatu malam sebelum tidur, muncul pertanyaan di otak: “Menurut kalian laki laki yang rambutnya gondrong tuh gimana sih?”.

Mungkin juga pertanyaan ini dipengaruhi oleh rambut saya sendiri, yang kata teman-teman gondrong. Tapi itu  kata mereka. Besoknya setelah saya tanya tanya orang lain, ada yang jawab “Keren”, “Serem”, “Asik”, dan “Lucu”. Ada juga orang yang balas bertanya, “Gondrong gimana nih?” “Panjangnya semana?”, “Berapa centimeter?”, “Lurus apa keriting?”, dan lain-lain.

Oke, sebenernya tulisan ini bukan mau ngomongin definisi gondrong seperti apa, kok. Apalagi menentukan pandangan orang mengenai orang dengan rambut gondrong. Tapi dari omongan sebelumnya kita dapat melihat ternyata setiap orang membutuhkan definisi tertentu untuk mendefinisikan kata gondrong itu sendiri, mungkin karena paham gondrong untuk orang yang satu dengan yang lainnya beda. Nah, untuk orang yang memberikan pandangannya tentang rambut gondrong, berarti mereka sudah mencoba mendefinisikan kata “gondrong” sehingga mereka bisa ngasih pendapat.

Dalam hal ini ga ada yang bener atau salah. Justru menariknya, kita bisa liat bahwa tiap orang memiliki pandangan yang berbeda terhadap suatu objek (bisa benda, sifat, warna, atau apa pun juga bisa). Hal itu karena manusia adalah mahluk yang sangat subjektif. Manusia punya cara tertentu dalam menilai dan melakukan tindakan—setidaknya itulah kata Max Weber. Denger-denger kata Tuhan (yang diberitahukan ke kita oleh guru SD), manusia punya akal budi dan bisa mikir. Mungkin itulah sebabnya kenapa mereka bisa mikir beda-beda, karena mereka dipengaruhi oleh banyak banget hal lain di luar dirinya seperti kultur, identitas, dan lain-lainnya.

Inti dari tulisan ini simpel, sebenernya. Jadi, karena tiap orang punya maksud yang berbeda dalam menilai dan melakukan setiap tindakan, maka hargailah pendapat orang lain apa pun itu. Lantas bertindaklah sesuai apa yang kalian suka, kalian seneng, dan anggap bener. Ya asal ga ganggu hak orang lain aja.

______________

Timoti Tirta, Sosiologi UI 2009

Tags: , ,


About the Author

Timoti Tirta

Alumni Sosiologi UI 2009. Aktif dalam penelitian dan kajian sosiologi, serta menaruh minat pada isu Indonesia TImur khususnya Papua yang memiliki keindahan alam luar biasa. Menyukai travelling dan seni khususnya film. Aktif membuat film-film pendek sejak SMA.



Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *

You may use these HTML tags and attributes: <a href="" title=""> <abbr title=""> <acronym title=""> <b> <blockquote cite=""> <cite> <code> <del datetime=""> <em> <i> <q cite=""> <strike> <strong>

Back to Top ↑